Kamis, 10 Oktober 2013

PENGERTIAN DAN PENJELASAN SERTA PERBEDAAN COMPILER DENGAN INTERPRETER

COMPILER & INTERPRETER

PERTAMA, MARI KITA LIHAT DULU MENGENAI SEJARAH COMPILER DAN INTERPRETER

compiler

Bertahun tahun pemrograman bahasa tingkat tinggi (high level languange-HLL) telah dikenal luar di lingkungan pemrograman komputer karena kemudahan dalam pembuatannya. Beberapa tahun terakhir ada dua faktor yang menjadi perhatian dalam pengembangan program, yaitu : protabilitas dan pemeliharaan program. Seperti diketahui komputer tidak ‘mengenal’ HLL, sehingga diperlukan suatu konversi ke dalam bahasa mesin.

Compiler adalah suatu program yang melakukan proses translasi dari HLL ke dalam bahasa mesin di komputer. Disamping program translasi, compiler juga mempunyai beberapa fungsi penting, seperti diagnostik, contohnya kemampuan pendeteksian error/kesalahan. Pelannggaran spesifikasi HLL akan terdeteksi dan dilaporkan kepada programmer oleh compiler agar seger diperbaiki hingga mempermudah pembentukan machine language equivalent.

INTERPRETER

        Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.

     Interpreter atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Juru Bahasa berbeda dengan Translator atau penterjemah dalam segi media yang dipakai untuk menerjemahkan. Interpreter akan menterjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara langsung atau orally sementara translator akan menerjemahkan bahasa sumber ke bahasa sasaran secara tertulis.
    Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.


JADI, DILIHAT DARI PENJELASAN SEBELUMNYA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA

1.COMPILER
       Compiler  adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman. Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.

2.INTERPRETER
      Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.

=> Untuk lebih jelasnya MENGENAI perbedaan antara Compiler dan Interpreter, mari kita lanjutkan KE BAWAH

PERBEDAAN ANTARA COMPILER DENGAN INTERPRETER

 1.  Saat kompiler menjalankan program hasil, ia dapat melakukan   tanpa butuh kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.
  2.  Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan   mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing   (pembuatan   kode objek) dan linking (penggabungan kode   objek dengan library ). Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
 3.  JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode   objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu   kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak   butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai   macam library.
  4.  Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul (sub-  routine / program-program kecil). Maka compiler agak repot   karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka   harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua   objek dengan library yang diperlukan.
  5.  Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas   kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih   cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk   sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau   bahkan tidak bisa dioptimasikan.

=>  DILIHAT DARI PENJELASAN SERTA SEJARAH SEJARAH COMPILER DAN INTERPRETER  SEBELUMNYA, KAMI MENYIMPULKAN BAHWA
  
     Mereka berdua sama seperti mereka mencapai tujuan yang sama, tetapi inheren berbeda tentang bagaimana mereka mencapai tujuan itu. Kode dikompilasi mengambil program (source) ditulis dalam beberapa jenis bahasa pemrograman, dan kemudian akhirnya menerjemahkannya ke dalam kode obyek atau bahasa mesin. Kode dikompilasi melakukan pekerjaan jauh lebih efisien, karena menghasilkan program bahasa mesin lengkap, yang kemudian dapat dieksekusi. Penafsir menerjemahkan instruksi satu per satu waktu, dan kemudian mengeksekusi instruksi tersebut segera. Compiler sendiri merupakan program komputer yang ditulis biasanya dalam beberapa implementasi bahasa.  

        Compiler dan interpreter keduanya apa yang kita sebut penerjemah. Tujuan mereka adalah untuk menerjemahkan kode pemrograman bahasa sumber seperti (C + +, VB, Java, perakitan dan sebagainya) ke dalam bahasa tingkat rendah (bahasa mesin) yang dimengerti oleh komputer. 

Bagaimana penerjemah berbeda: 

Compiler menerjemahkan kode sorce sekaligus. 

Interpreter menerjemahkan kode sumber satu baris seluruh pada suatu waktu. 

Assembler adalah program utilitas yang digunakan untuk menerjemahkan pernyataan bahasa assembly ke dalam kode mesin komputer target.

SELESAI

terimakasih kepada :
1.  ALLAH SWT
2.  INTERNET
3.  GOOGLE
4.  BESERTA SUMBER: endimulyadi210.blogspot.com
5.  EDITED BY : Dhony Setyawan

Senin, 07 Oktober 2013

PENJELASAN CAD (Computer Aided Design)

PENDAHULUAN

CAD adalah suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk.Produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. CADbisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi.
 
Berawal dari menggantikan fungsi meja gambar kini perangkat lunak CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkatlunak CAE (Computer Aided Engineering) dan CAM(Computer Aided Manufacturing). 
 
Integrasi itu dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi gambar 3 dimensi atau biasadisebut solid modelling. Solid model memungkinkan kita untuk memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buatsecara realistikSelain itu model mempunyai properti seperti masa, volume dan pusat gravitasiluas permukaan dll.
 
 PENGERTIAN CAD
  
CAD adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pembuatan desain yang prosesnya dibantu dengan komputerSedangkankegiatan membuat desain itu sendiri ternyata cukup luas artinyadimulai dari pengumpulan ide , membuat sketsa (konsep),membuat model, membuat gambar detail, menganalisa desainsampai dengan membuat simulasi dan animasiJikasemua kegiatan tersebut dibantu dengan komputeritulah artinyaCAD.

Di dunia industri saat inifungsi CAD sangat vital. Dalam persaingan yang semakin ketat, CAD sangat membantu dalampembuatan desain suatu produk dengan jauh lebih cepat dibandingkan jika pembuatan desain dilakukan secara manual.Dengan CAD kesalahan dalam proses pembuatan desain bisa diminimalkan, yang berarti waktu dan biaya dapat sangatdioptimalkan
 
 

 SEJARAH CAD
 
Pada awal tahun 1960-anseorang engineer bernama Ivan Sutherland memperkenalkan sebuah program komputer yangdapat digunakan untuk membuat gambar sketsa. Program komputer ini diberi nama SkecthpadSaat itulah untukpertama kalinya sebuah gambar sketsa dapat ditampilkan di layar komputerSejak diperkenalkannya Sketchpad,perkembangan CAD menjadi sangat cepatIndustri komputer berlomba-lomba membuat CAD.

Pada saat itu investasi yang diperlukan untuk sebuah CAD sangat besarsampai dengan ratusan ribu US$ untuk softwaremaupun hardware-nyaHanya perusahaan-perusahaan besar yang bisa memilikinyaantara lain General Motors.Diperkenalkannya PC pada awal 1980-an memberi angin segar bagi perkembangan CAD, terutama dari segiekonomi.

Pada tahun 1982sebuah perusahaan bernama Autodesk memperkenalkan sebuah CAD yang diberi nama AutoCAD, yangmana menjadi CAD yang paling terkenal dan paling banyak penggunanya hingga sampai saat ini.
 
 Keuntungan CAD dibanding Manual
 
1. Kualitas gambar konstantidak terlalu tergantung pada skill penggambar sebagaimana gambar manual.
2. Relatif lebih akurat dan cepat pengerjaannya karena menggunakan komputer.
3. Dapat dieditditambah-kurang tanpa harus memulai dari awal.
4. Dapat menjadi data base yang menyimpan berbagai informasi penting yang dibuat oleh drafter dan dapat diakseslangsung oleh pengguna lain.
5. Dapat dibuat library untuk komponen-komponen standar atau komponen yang digambardipergunakan berulang-ulangdalam gambar (misalnya: baud, mursimbol-simbol,dll.) sehingga mempermudah dan mempercepat dalam prosespembuatan gambar.
6. Lebih mudah dan praktis dalam dokumentasiduplikasidan penyimpanannya.
7. Dapat dibuat dengan berbagai warna sehingga lebih menarik dan mudah dipahami.


sumber : teknik-manufaktur.blogspot.com

Maksud dan Pengertian CAT (Computer Assisted Test)

Computer Asissted Test  (CAT) adalah salah satu metode seleksi atau sistem rekrutmen dengan alat bantu komputer untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Jika biasanya setiap pelamar pegawai negeri sipil akan berhadapan dengan lembar jawaban komputer, maka tahun 2013 ini rencananya tes CPNS sudah memberlakukan sistem CAT. Salah satu wilayah yang akan menerapkan sistem ini adalah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Maksud Sistem Tes CPNS metode CAT
Tahapan Tes CPNS menggunakan Sistem CAT

Maksud dan Tujuan
-          Mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil ujian
-          Menciptakan standarisasi hasil ujian secara nasional
-          Menetapkan standar nilai

Kelebihan Penggunaan Sistem CAT
Peserta tes dapat mendaftarkan melalui internet
Peserta tes dapat dinilai langsung sesuai dengan hasil yang diperoleh
Komputer menyediakan keseluruhan materi soal Kompetensi Dasar (Tes Pengetahuan Umum, Tes Bakat Skolastik dan Tes Skala Kematangan)
Penilaian dilakukan secara obyektif
Peserta ujian dapat mengakses dengan mudah terhadap pencapaian hasil (skor) yang diperoleh

Tes CPNS Tahun 2013 ini mengundang sistem Passing Grade, sebagai contoh Passing grade yang ditetapkan untuk peserta kelompok SMA sederajat, nilai minimalnya adalah 25 untuk karakteristik pribadi, 5 untuk intelegensia umum, dan 5 untuk wawasan kebangsaan. Untuk memperoleh nilai tersebut, jawaban yang benar untuk karakteristik pribadi 50, intelegensia umum 10, dan wawasan kebangsaan 10, karena setiap jawaban yang benar nilainya 0,5. “Jadi peserta yang nilainya 59 tidak lulus, karena nilai karakteristik pribadinya hanya 19. Padahal untuk lolos passing grade minimal harus 25,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian PAN dan RB Gatot Sugiharto

Sumber : bkn.go.id
Editor : mj