Selasa, 26 November 2013

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONCIBILITY)

Kali ini saya akan menjelaskan tentang CSR atau Corporate Social Responcibility.

Tanggung jawab sosial merupakan salah satu aktivitas penting yang dilakukan oleh perusahaan. Sejak era reformasi, masyarakat semakin kritis dan mampu melakukan kontrol terhadap dunia usaha. Perubahan tingkat kesadaran masyarakat tersebut memunculkan kesadaran baru akan pentingnya corporate social responsibility. Perkembangan pelaksanaan program CSR menjadi marak seiring dengan semakin banyaknya kasus kerusakan lingkungan oleh aktivitas operasional perusahaan yang menimbulkan kerugian untuk masyarakat.

 

Pelaksanaan CSR di Indonesia dilandasi oleh UU perseroan terbatas No. 40 tahun 2007. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Konsep CSR menjadi meluas maknanya, salah satunya adalah “Niat baik dan Komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, ekonomi lokal sehingga memberikian kontribusi juga terhadap keberlanjutan perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas dalam” (Nurdizal M. Rachman-2005) Kegiatan tersebut harus dimulai dengan membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungannya dalam arti yang luas.

Definisi lain dari CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

CSR erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan saat ini dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Konsep pembangunan berkelanjutan adalah adanya keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Oleh karena itu, perusahaan yang usahanya berkaitan dengan sumber daya alam harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau dividen, melainkan juga konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Pelaksanaan CSR memberikan keuntungan terhadap kegiatan operasional perusahaan, yaitu terkait citra dan laba. Perusahaan dan masyarakat dapat membina hubungan baik sebagai benteng pembentukan citra positif. Kepercayaan yang timbul dari masyarakat senantiasa akan meningkatkan penerimaan produk di kalangan masyarakat itu sendiri. Pada akhirnya, penerapan CSR dapat memberi jaminan terhadap kelangsungan hidup dan meningkatkan pendapatan perusahaan.



Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.

Contoh perusahaan yang menerapkan CSR adalah perusahaan telekomunikasi XL, dimana dalam hal ini XL memberikan kontribusi nyata dengan membangun sebuah taman pintar di yogyakarta , yaitu tempat bagi anak-anak untuk belajar tentang telekomunikasi.

Selain itu XL juga membangun sebuah sekolah juga dengan perpustakaannya di sekolah Permata Sentani, Papua. XL juga memberikan sumbangan buku bagi Jendela Dunia Reading Park, Cimanggis and Gola Gong’s World House. Selain itu XL juga memberikan penghargaan bagi sebelas siswa berprestasi di sekolah berupa handphone dan juga pulsa gratis selama satu tahun.

Sumber :
http://iknow.apb-group.com/tanggung-jawab-sosial-perusahaan/
http://goodcsr.wordpress.com/about/
http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/CorporateSocialResponsibility

Kamis, 07 November 2013

SEJARAH ASAL USUL NAMA INDONESIA

Asal-usul Nama Indonesia


Kata orang apalah arti nama. Ya, apa artinya nama? Apakh pada akhirnya nama memang sesuatu yang benar-benar ‘unik’, yang dapat membedakan ‘kita’ dengan ‘yang lain’? Nah, kalau sama terus kenapa? Dan kalau beda, memang mau apa?

Pertanyaan itu mungkin bisa kita renungkan bersama. Walaupun perkara ‘nama’ ini kelihatannya sederhana tetapi sebenarnya ada “politik identitas” yang termuat di dalamnnya loh… Aduh, hari gini masih ngomong politik? Enggak banget ya?! Eits, tenang… Politik identitas ini punya definisi yang beda dari politik kekuasan. Nah, sebelum kita masuk ke “politik identitas” itu kita pelajari dulu yuk asal-usul nama Indonesia…




Sebelum kedatangan bangsa Eropa
PADA zaman purba kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai atau Kepulauan Laut Selatan. Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara, Kepulauan Tanah Seberang, nama yang diturunkan dari kata Sansekerta, dwipa, yang berarti pulau dan antara yang berarti luar atau seberang.
Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Ramayang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa, Pulau Emas, yaitu Sumatra (sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi, Kepulauan Jawa. Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra.
Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab, bahkan bagi orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Para pedagang di Pasar Seng, Mekkah menyebut, “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi” atau “Sumatra, Sulawesi , Sunda, semuanya Jawa”.

Masa kedatangan Bangsa Eropa
Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia . Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan jika Asia hanya terdiri dari Arab, Persia , India , dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah Hindia. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”, sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies , Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (*Maleische Archipel, Malay Archipelago , l’Archipel Malais).
Ketika tanah ini dijajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie atau Hindia Belanda, sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah Hindia Timur atau To-Indo.

Berbagai Usulan Nama
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan namayang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung , Insulinde mungkin hanya dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.
Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “ India ”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 Lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kata-kata ini sendiri termuat dalam Sumpah Palapa yang dikumandangkan Gajah Mada,  

”Lamun huwus kalah Nuswantara, isun amukti palapa”, “jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat”. Oleh Dr. Setiabudi katanusantara zaman Majapahit tersebut diberi pengertian yang nasionalistis.

Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi Nusantara yang modern. Istilah Nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah Nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Lalu dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul?

 

Nama Indonesia
Tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations.” Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas, a distinctive name, sebab nama Hindia Tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama, Indunesia atau Malayunesia, nesos, dalam bahasa Yunani berarti Pulau. Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis, “… the inhabitants of the Indian Archipelago or malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.”


Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia, Kepulauan Melayu, daripada Indunesia atau Kepulauan Hindia, sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago, Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan ini, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan, “Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia , which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago.” Ketika mengusulkan nama Indonesia agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918.

Putra pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.


Masa Kebangkitan Nasional: Makna politis
Pada dasawarsa 1920-an, nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama Indonesia akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda, yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging, berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Dalam satu tulisannya Bung Hatta menegaskan, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut Hindia Belanda. Juga tidak Hindia saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.“

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij).
Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama Indonesia. Akhirnya nama Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad, Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardji Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah namun masukkanya Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 membuat Hindia Belanda ‘lenyap’ dan pada akhirnya tergantikan dengan Republik Indonesia.

Sumber:absolutelyindonesia.com

Selasa, 05 November 2013

OSPEK UNIVERSITAS GUNADARMA

Bismillahirrahmanirrahim .

      Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, bla bla bla bla, kalimat tu yang gw denger pertama kali ppsppt gundar. Ya udah, yang jelas gw adalah anak baru gundar masuk taun 2013. Gw Dhony Setyawan Eka Pratama, anak dari bapak gw "Sunar Widiyanto" , TNI - AL loh dia hebat kan? trus dilahirin sama emak gw "Ery Dyah Ma'rifanti" pada kalender 17 Maret 1996 . Dia nyokap/keluarga/orang yang paling sabar yang pernah gw kenal walaupun anak anak sama suaminya sikapnya begini , gw bangga punya dia karena cuma dia yang selalu  ada buat gw , pacar mah apaan dikit dikit ngambek audah ngilang kemana. Oh ya, gw juga punya adek, namanya "Vindy Faradilla Fiko Seanic" , cantik kok :)

      Oke lanjut, sebelum gw kenal Gundar, gw adalah siswa lulusan SMA Negeri 64 Jakarta, banyak kenangan disana yang ga bisa gw lupain lah karena emang masa masa yang paling enak ya masa masa sekolah ! Ternyata, emang enak ya diatur atur kaya sekolah, ga boleh ini itu tapi tertib, kalo sekarang udah kuliah kita mah dilepas aja gitu diumbar udah terserah mau ngapain udah kaya anak ayam misah dari emaknya, bingung.

      Jadi sebelum ppspt, gw tes tuh, sebenernya gw dapet beasiswa buat masuk gundar, tapi yaa berhubung gw ngebet banget sama univ negeri ya beasiswa itu ludes karena gw ga ambil, gw tes sbmptn sampe ikut banyak umb waktu itu dan alhasil Tuhan berkehendak lain :| ternyata jodoh gw emang adanya di gundar. yaudahlah gw ke kampus itu sesegera mungkin. Yaudah abis daftar  seminggu kemudian dipanggil buat jalanin tes, tesnya itu tentang dasar dasar gitu terdiri dari pilihan ganda dan pake komputer ! alhamdulillah ruangannya adem terus emang ngerjain soal sebanyak banyaknya dan sebisanya ! karena ga mungkin ngerjain semua, ada berapa ribu gitu lupa :|

      Oke abis tes adalah ada undangan lagi buat ngikutin ppsppt pertama kalinya, disitu gw dan calon mahasiswa baru lainnya pasti bete  karena kita cuma dengerin ceramah tentang keperluan ospek yang cuma gitu gitu aja dan lebih dari 5 jam tanpa istirahat, coba bayangin ! Kalo dikasih snack mah enak kali ya agak ganjel dikit perut. Tapi, kita harus bersyukur karena emang cewenya cantik cantik kok :) jadi ga kerasa lapernya :)

       PPSPPT kedua, yaitu semacam pengenalan tentang program tik dan sebagainya, ya bayangin cape lagi ajadah duduk juga sama kaya ppsppt pertama, tapi kali ini pulangnya agak cepet satu jam hehe. karena emang Gundar kampus berbasis komputer, disini kita harus punya blog, yang emang itu juga buat upload tugas kita, masuk nilai juga loh ! ya jadi males ga males harus rajin ! Lagian katanya, di dalam dunia perkuliahan itu ga ada yang namanya mahasiswa pinter atau bodoh, adanya mahasiswa yang males sama rajin. gitu! ngerti?!

        Oiya sebelum ospek, fakultas gw yaitu Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, yang angkatan kita tuh ngadain acara kumpul kumpul sendiri, entah mereka tuh emang kreatif banget yaaa :3 tapi gw gadateng waktu itu karena emang gw males dan mending gw pilih buat manjain badan gw di tempat tidur. Besoknya kelas gw, 1KA16 yang emang udah dikasih tau lewat site Gundar, ngadain juga acara kumpul kumpul, gw dateng karena lokasinya emang deket dari kost an gw, hehe. Tepatnya di 7 eleven margonda :| astaga, berasa anak gaul banget gw ngupul di tempat begituan, biasa juga makan di warteg :| Yaudahlah waktu itu gw kumpul 8 orang, ada tika, rendelt/bule, septian, sabrian, anggi, reza, choi, sama gw :| kita kenalan satu sama lain walaupun cuma gitu gitu aja, gapapalah namanya juga awal :)

       Oke, menjelang H-3 ospek, gw buka catetan gw yang ditulis  pada ppsppt pertama yang emang isinya barang bawaan ospek kelak. Gw buka  dengan baca bismillah, kali aja ada perubahan gitu jadi yang gw khawatirin waktu itu cuma mimpi, dan ternyata......... tidak :| ga ada perubahan sama sekali, oke gw gapeduli barang bawaan lain apa aja, tapi gw cuma fokus sama satu, yaitu 1. "RAMBUT LAKI LAKI HARUS PANJANG TIDAK MELEBIHI 1CM !!!" *pake tanda seru 3 kali. oh, betapa hati gw hancur waktu itu, seumur umur gw gapernah bermimpi kalo bakal kejadian hal itu, dan ternyata emang terjadi. Ya, emang gw dari dulu anak yang baik baik tapi bandel, gw sayang banget sama rambut gw yang walaupun kata orang aneh lah, ya tapi kan ini rambut gw bukan rambut lo !! emang gw dari dulu sekolah suka kejar kejaran sama yang namanya guru pembawa gunting. Yaudahlah, itu kan dulu, gausah flashback, nanti yang ada malah galau :| oke ospek bawaan Gundar alhamdulillah ga aneh aneh, cuma buat  kartu semacam name tag gitu dan pita yang diselipin di bahu kanan , kalo cewe juga sama, pita hiv di bahu, name tag, cuma ga botak :| yakali cewe botak, yang ada Gundar dirubuhin kali :| buat cewe pake pita dikuncir gitu, tapi kalian tetep cute kok :)

        Okee, H-2 lewat gw main sepuas puasnya karena hari itu emang ga penting, H-1 deh, gw lupa nih bagian yang paling penting dalam hidup gw, yaitu bagian paling gw takutin yaitu potong rambut perdana di bawah 1cm :( mau ga mau gw harus pasrah karena emang itu menunjukan rasa solidaritas bagi gw ! karena gw cinta Indonesia dan apalah gw itu insyaallah bakalan ada bagi yang membutuhkan *lebay dikit. Oke malem malem sekitar jam 9an biar agak sepi gw ke tukang cukur, disana gw udah liat ada pisau cukur dan alatnya apatuh namanya gw gatau yang pake listrik udah siap nungguin gw di meja. Gw duduk dan ditanya "mau potong apa coy?" yaudah gw jawab "dibawah satu cm" . dan ga lama si tukang cukur ketawa ngakak, ya karena emang gw dah kenal ama dia, gw tepok aja mulutnya :| dia heran karena tumben tumbenan dan katanya aneh kalo gw potong botak begini, ya mau gimana lagi emang itu peraturan dan harus ditaati. Akhirnya kelar, "muka gw tetep ganteng kan emang dari sononya" sedikit menghibur diri buat besok. Gw siapin semuanya pasti bakal cape besok ospek. Gw tidur agak cepet jam 12an dan ga begadang kaya biasanya.

         Selamat pagiiiiiii !!!!! Hari ini adalah ospek kita, gw berangkat bareng Halim, Panji, Kun, Juan. Mereka adalah temen kost gw yang baru kenal di kost an itu :| gw naik angkot kekampus karena emang ada peraturan pas ospek gaboleh bawa kendaraan pribadi :| Sampe di kampus gw liat anak anak polos polos banget mukanya, ya Allah dalem hati gw mah mau aja di bego begoin ini anak semua, termasuk gw :| Tapi gapapa, demi SOLIDARITAS braaaaayyy !!!! ga nanggung nanggung dan ga lama, kita disuruh masuk baris yang rapih dan make peralatan yang wajib dipake. Pas ngantri, astagaaaaaaaa gw udah kaya kerasukan malaikat cinta, gw ngeliat sesosok bidadari di depan mata gw. Ya kaka yang ngospekin kita sebagian cantik cantik, mungkin ini plus plusnya biar gw semangat hari ini.

            Antrian kedua, gabisa dibayangkan abis gw tadi ngeliat bidadari yang saking merasuk ke hati gw, seketika gw udah kaya ditusuk sama setan :| gw ngeliat malaikat pencabut nyawa :| disitu orang pada ngantri  buat seleksi rambut cowo yang panjangnya lebih dari 1 cm, dari kejauhan sudah terdengar bunyi gunting bergesekan serta taburan rambut di aspal jalanan. Antrian makin jalan, makin maju dan sampai di bagian gw. Gw ditahan dan disuruh minggir, gatau itu kenapa padahal gw rasa rambut gw udah pendek dan masih tetep kena tahanan juga :( Sambil ngeliatin orang disiksa rambutnya, gw cuma bisa pasrah karena memang gw rasa gw udah ngelakuin yang terbaik. Dan ga disangka, ga ada angin ga ada hujan, jemuran gw liat juga belum diangkat, ada bidadari dateng ke gw dan nanyain gw kenapa ada disini, terus gw dibawa sama dia buat masuk. Alhamdulillah dia emang bener bener malaikat banget, moga aja dia jodoh gw kali yaaa :) ga ada salahnya kan ngarep :| kan katanya orang yang sukses itu penuh akan harapan :)

          Oke, seleksi rambut selesai, pada acara inti dan emang sampe selesai, kita dikumpulin di satu halaman yang gedenya bener bener gede, tempat pusat olahraganya Gunadarma, disini kaya ada semacam tempat futsal, basket, dll . Pada acara ini  kita  dikumpulin buat lebih deket lagi dan saling tau tentang ini itu lah. Ada games nya juga! Dan intinya ini acara bikin pegel !! karena dari pagi sampe sore full bener bener cuma dengerin itu orang ngomong lah entah padahal mah gw yakin pikiran semua mahasiswa baru nya  pada "laper" "makanan" "air" "seret" karena emang cape :| Oh iya kita juga dikenalin tentang UKM yang ada di Gundar, jadi UKM tuh semacam kalo di sekolah sih ya mirip mirip ekskul gitu, tapi ga juga sih haha.  Banyak kumpulan kumpulan hoby gitu, misal pecinta android lah apalah, yang jelas sih kata orang orang kalo udah jadi jadi mahasiswa, banyakin kegiatan, jangan jadi kupu kupu yaitu kuliah pulang kuliah pulang. Entahlah padahal kalo gw aja ya mau main aja gabisa, emang jadwal kuliahnya padet gini :| Eh lanjut, akhirnya yang ditunggu tunggu tiba, dikit lagi kita pulang, sebelom pulang kita dikasih almet yang emang udah disediain buat mahasiswa baru.  Almet ada tulisannya "Universitas Gunadarma" dan bahannya itu loh, "GATEL", ya tapi bersyukur lah namanya juga almet dikasih haha. Lanjut kita salam salaman satu sama lain mohon mohonan maaf kalo ada salah gitu lah ya walaupun emang banyak salahnya dan bikin gw cape tu senior :| Abis salaman, kita disuruh ambil buku ke stand yang udah disediakan sesuai nomer gitu deh.

           Alhamdulillah ospeknya kelar, para mahasiswa baru gw liat mukanya yang tadinya staminanya udah  nol alias abis tiba tiba berubah jadi 100% lagi haha, bisa gitu ya, hukum alam mungkin entah :| Sisanya pada foto foto karena emang suasana gedungnya itu bagus apa lagi yang botak :| bagus banget itu bentuknya. Sudahlah gw cape pulang aja naik angkot karena emang gaboleh bawa motor berangkatnya, ternyata ada hikmahnya punya kepala ga ada rambutnya, dijalan agak adem gitu ga kaya biasanya haha. Udah ah cape nulis panjang panjang, intinya ini adalah pengalaman gw ospek di Gundar dan emang sekalian tugas softskill sih :| yaudah cukup sekian. mohon maaf bila ada kata kata yang kurang berkenan :)
Wabillahtaufikwalhidayat Wassalamualaikum Wr. Wb.

KORUPSI = MASALAH SOSIAL

 Jika ditanya bagaimana kabar Indonesa hari ini? Jawabannya adalah memprihatinkan!!!. Pasalnya negeri ini memang sedang ditimpa berbagai masalah sosial, khusunya masalah tenatang perpolitikan. Sampai hari ini, peran pemerintah dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat masih dipertanyakan, banyak masalah-asalah sosial dalam lingkup politik yang berakar dari penyalahgunaan kekuasaan dan kebijakan yang diselewengkan.


Kepentingan seringkali membuat para aktor politik haus akan kekuasaan. Seperti yang sedang ramai dibicaran saat ini menjelang PEMILU 2014 yang tak luput dari isu-isu black campaign serta ongkos politik yang dinilai sangat mahal. Tingginya ongkos politik untuk menjadi calon Presiden (Capres) RI membuat Capres muda sulit bersaing dengan capres-capres tua yang sudah memiliki  modal politik cukup tinggi. “Satu capres minimal harus keluarkan dana sekitar Rp 7 triliun dan itu tidak dimiliki oleh capres muda yang memiliki idealis.” Dari sinilah masalah yang lebih besar kemudian muncul ke permukaan. Banyaknya berbagai kepentingan aktor politik menjadikannya menghalalkan segala cara untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuannya. Cara yang ditempuh para aktor politik itu adalah dengan melakukan korupsi yang dapat menyeret masyarakat ke dalam jurang permasalahn sosial.

Dalam salah satu literatur politik (Kartono, 2003) dijelaskan bahwa korupsi tidak ubahnya seperti benalu sosial yang merusak sendi-sendi stuktur pemerintahan, dan menjadi hambatan paling utama bagi pembangunan. Dalam prakteknya, korupsi sangat sukar sekali bahkan hampir-hampir tidak mungkin diberantas. Sebab, amat sulit meberikan pembuktian-pembuktiannya, lagi pula sulit mengejarkan dengan dasar-dasar hukum. Namun akses perbuatan korupsi sangat merugikan Negara dan Bangsa. Hingga saat ini korupsi merupakan masalah sosial yang merugikan sebagaian sebagian besar warga Indonesia. 

Sebegitu mengerikan korupsi menjadikan ekonomi menjadi berbiaya tinggi, politik yang tidak sehat, dan moralitas terus merosot. Korupsi juga menyebabkan mutu pembangunan manusia, Indonesia berada pada ranking 111, setingkat di atas Vietnam, tetapi jauh dari negara2 di Asia Tenggara, dan bahkan di bawah Srilanka (UNDP, 2004). Selain itu, korupsipun menyebabkan Negara ini mempunyai daya saing yang rendah, bahkan disbanding negra tetangganya di Asia Tenggara dan Selatan. Laporan world Competitiveness Report yang di rilis bulan Mei 2005 menunjukkan, dari 60 negara di survey Indonesia berada pada ranking ke 59 (setingkat di atas Venezuela) .

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, korupsi berdampak pada kemrosotan moralitas bangsa. Para aktor politik memiliki sistem terorganisir dalam perburuan kekuasaan. Mereka seolah berburu kekuasaan dengan menggunakan partai sebagai alatnya. Setiap partai memiliki ketua dan memiliki daerah teritorial kekuasaan. Ibaratnya, bila partai lain melakukan tindakan subversif terhadap teritorial partai lain, tindakan itu mengundang agresi atau perlawanan dari partai lain untuk melindungi kepentingan komplotannya.

Tidak dapat dipungkiti jika sebagain besar pesohor negeri ini memang sudah mengalami kemrosotan moralitas. Terbukti bahwa sebagian besar pejabat politik mengadopsi mental koruptor. Hal ini nampak melalui berbagai persoalan politik seperti sengketa pemilu, kasus suap, mark up anggaran, dinasti kekuasaan, dan berbagai perilaku korupsi pejabat yang merajalela di berbagai instasi pemerintah lainnya.

Kondisi politik di Negeri ini sudah sangat kronis. Adanya penyalahgunaan kekuasaan, dengan penguasa membohongi rakyat juga menguras banyak uang rakyat. Rakyat selalu ditipu oleh narasi politis para pejabat di panggung politik.


Sumber:kompasiana.com