Sabtu, 23 April 2016

KARYA TULIS ILMIAH DAN KARYA TULIS NON ILMIAH


Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah hasil pemikiran seorang ilmuwan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi bahkan seni yang diperoleh dari kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya dalam wujud pengembangan (dwikola, 2005 : 2).

Menurut Pateda (1993 : 91) Karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu displin ilmu tertentu yang disusun secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Jadi, karya tulis ilmiah bukan sekedar untuk mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian (uang, bahan, alat) tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan karya ilmiah tersebut secara teknis dan materi.

Hasil penulisan karya tulis ilmiah harus bersifat sistematis artinya disusun dalam suatu urutan yang teratur  Juga harus disusun secara logis dan benar. Oleh karena itu seorang penulis harus mempunyai memiliki landasan teori yang kuat. Pertanggungjawaban ilmiah tidak hanya berkaitan dengan penulisan (teknis). Penulisan karya tulis ilmiah harus memenuhi kaidah antara lain : (1) penyebutan sumber tulisan yang jelas, (2) memenuhi kaidah penuliasan yang berkaitan dengan teknik kutip mengutip penulisan kata, frasa, dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.

Karya ilmiah menggunakan bahasa keilmuan, seperti ragam bahasa yang menggunakan istilah-istilah keilmuan khusus dan hanya dapat dipahami oleh pakar pada bidang tertentu. Menulis Karya Ilmiah hendaknya mengambil topik permasalah karya ilmiahnya sesuai bidang yang ditekuni agar hasil karya ilmiahnya dapat lebih terperinci dan mendalam.

Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non-ilmiah (karya non Ilmiah) adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

Karya tulis non ilmiah mempunyai beberapa sifat, yaitu (1) emotif, artinya merupakan refleksi dari sebuah perasaan yang terkadang melampui kebenaran, (2) persuasive, yaitu bersifat mempengaruhi pikiran pembaca, (3) deskriptif subjektif, dalam arti tidak didukung oleh data dan fakta, dan (4) terkadang over claiming. Karya-karya non ilmiah ini terutama dapat dilihat dalam bentuk karya-karya seni, seperti  cerpen, novel, puisi, komik dan lain-lain yang semisalnya.

Karya tulis non ilmiah mempunyai jenis yang beragam, diantaranya adalah: (1) Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang. (2) Dongeng. Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral. (3) Roman. Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. (4) Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. (5) Drama. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.

Perbedaan Karya Tulis Ilmiah Dan Non Ilmiah

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa  menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan  nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Daftar Pustaka:
Denny. 2015. Apa itu Karya Tulis Ilmiah, Syarat-Syarat Dan Jenis-Jenisnya. http://hima-tl.ppns.ac.id/?p=187. Diunduh tanggal 23 April 2016.
Ramadea, Desintia. 2004. Perbedaan Karya Ilmiah Dan Non Ilmiah. https://www.academia.edu/8593563/PERBEDAAN_KARYA_ILMIAH_DAN_NON_ILMIAH. Diunduh tanggal 23 April 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar